CINTAKU NYANGKUT di
BLANGKON MU…
Cerita
ini mengisahkan tentang seorang anak muda yang bernama Saksono yang sangat
berpegang teguh terhadap budayanya yang berasal dari Jawa Tengah. Dia adalah
seorang pemuda yang sangat bersemangat dalam mengejar impiannya untuk menjadi
orang sukses dengan bersekolah di Universitas Tinggi Negeri. Bukan hanya ingin
sukses tapi dia juga berjuang ingin mendapatkan cinta sejatinya. Bagaimana mari
kita simak ceritanya :
Saksono :“
Maaf mbak, saya numpang bertanya. Fakultas Tekhnik Informatika ada dimana ya?’’
(dengan wajah polos)
Jenny :
(dengan nada sombong) “ Eh, penampilan aja katrok kayak gitu nanya gue. Sorry
ye gue cuma bisa ngasih tau cowok-cowok yang penampilannya keren.” (lalu
bergegas meninggalkan saksono tanpa memberi tahu)
Saksono :
“ Lha kok orang Jakarta itu pada jahat ya ? Opo salah tho penampilanku iki?’’
(dengan wajah melas).
Akhirnya
Saksono pun mencari sendiri Fakultas Tehnik Informatika, tetapi di jalan ia
bertemu seorang wanita yang sangat baik. Tanpa disengaja saksono pun menabrak
wanita itu yang sedang membawa buku.
Shintya : “ Aduuhhhh……….”
Saksono :
“ Lah,,,laahh,,, Maaf mbak aku nggak sengaja”. (sambil membantu membereskan
buku-buku yang berjatuhan).
Shintya :
“ Ohh, iya gak apa-apa”. (sambil membereskan buku). “Oya, kamu mahasiswa baru
ya?”
Saksono :
“ Injeh mbak, Oiya mbak, aku mau tanya mbak Fakultas tekhnik informatika itu
ada dimana tho yo? :ha wong aku itu dari tadi nanya tapi gak ada yang mau
ngasih tau, katanya penampilanku ini katrok. Padahal kan aku inicuma ingin
melestarikan budaya asli Indonesia mbak, hhhmmmm…..”(wajah ngenes)
Shintya :
(tersenyum) “Kamu itu lucu ya, kamu ngambil jurusn tekhnik informatika toh?
Kalau gitu sama donk sama aku, ya udah nanti ikut aku aja, biar aku kasih tahu.”
Saksono :
“ Makasih ya mbak, mbak’e baik banget.” (wajah malu-malu)
Shintya :
“ Hehehe,,, ahh biasa aja kok, aku Cuma sekedar membantu saja. Oiya, by the way
nama kamu siapa?”
Saksono :
(mengulurkan tangan) “Saksono.”
Shintya :
(sambil berjabat tangan) “ Shintya.” (lalu melepaskan tangannya)
“
Kamu asli orang jawa ya?”
Saksono :
“ Lha kok si mbak bisa tahu begitu?”
Shintya :
“ Ya iyalaah, ketahuan dari belangkonnya. Bagus dech.” (tersenyum
Pertemuan
pertamanya dengan Shintya menjadi awal yang menyenangkan untuk Saksono.
Kemudian ada dua orang wanita yang menghampirinya.
Ara : “ Hai, nama kamu
siapa? Aku Ara, kamu unik banget deh.” (mengulurkan tangan)
Jenny :
“ Ehh Ara,, itu orang kampung jangan ditanya. Udik, kampungan banget lagi.”
(wajah kesal)
Saksono :
“ Aku saksono mbak.” (tersenyum, sambil mengulurkan tangan)
Jenny :
“ Euuhh,,, gak level banget deh gue salaman sama loe. Dasar belangkon, udik
loe!”
Saksono :
“ Udik itu apa ya mbak ? Apa nasi udik yag harganya 3 ribu itu ya mbak ? Aku
beli donk mbak.”
Jenny :
“ Oh my god. Itu nasi uduk. Aarrgghhh,, dasar orang kampung.”
Setelah
saksono selesai menemukan kelas barunya di Universitas itu, lalu Saksono pun
pulang ke rumah pamannya dan Saksono pun menceritakan hari pertamanya di kampus
barunya itu kepada paman elungya.
Saksono : “ Assalamu’alaikum…..” (dengan
raut wajah capek)
Om Elung : “ Wa’alaikum salam… Gimana le,
hari pertama kamu kuliah ?”
Saksono :
“ Alaahh om, orang Jakarta itu perempuannya judes-judes yo… Lha wong aku ki di
ejek orang kampung gitu om.”
Om Elung :
“ Sabar yo le… Ya memang gitu kalau orang kampong seperti kita baru pindah ke
Jakarta.”
Saksono :
“ Weleehh, tapi om, tadi itu juga ada lho, perempuan yang baik banget,
ngomongnya juga halus pokoknya cuantiik om.”
Om Elung :
“ Kamu suka yo sama permpuan itu ?”
Saksono :
“ Alaahh, opo tho om ? Baru juga kenal kok om.” (tersipu malu)
Om Elung :
“ Alaahh… west ho bilang aja sama om.”
Saksono :
“ Ahh.. Mboten om.” (Saksono masuk ke kamarnya dan meninggalkan om elung di
ruang tamu)
Waktu
menunjukkan pukul 06.00 WIB. Saksono bergegas bangun dan siap-siap berangkat
kuliah. Dan di jalan bertemu dengan seorang pemuda yang bernama Dayut.
Dayut : (tiba-tiba Dayut menabrak
Saksono yang sedang berjalan). “ Haduuhh,,, sorry bro…!!”
Saksono : “ wess, gak apa apa tho mas.”
Dayut :
(sambil berjabat tangan degan Saksono) “ Wess bro, gay aloe. Keren juga, ini
juga belangkon tahun berapa, udah bulukan ?”
Saksono : “ Wooh, apa tho mas, aku ini
Adhitya Saksono Widyodiningrat, bukan Bro.”
Dayut : “ Hahaha, oke oke, terus
gue harus panggil loe apa nih ?”
Saksono : “ Panggil Saksono aja mas.”
Dayut :
“ Oke, waah gue suka gaya loe bro. Jarang-jarang jaman sekarang ada orang kayak
loe yang mencintai budaya Indonesia.”
Saksono :
“ Iya mas, aku ini masih baru di sini, pakaianku pun masih asli dari jawa lho
mas.”
Dayut :
“ Ohh… (sambil manggut-manggut) “ Oiya, kenalin gue Ahmad Hidayatullah, panggil
aja Dayut.”
Saksono :
“ Oke mas bro.”
Percakapan
antara Dayut dan Saksono membuat mereka semakin akrab. Dayut menjadi
satu-satunya teman yang Saksono percaya dan selalu menemaninya, tidak seperti
tean-teman yang lain yang selalu mengejeknya. Untuk melanjutkan kisahnya, mari
kita simak bersama-sama.
Shintya : (membaca buku, sambil
senyum-senyum sendiri)
Caca : “ Wey, kenapa loe ?”
Zila : “ Waah, ni anak
stress kali ya. Baca apaan sih?”
Shintya : “ Eh, kalian sudah selesai ?”
Caca : “ Dari tadi Shin, Loe
gila ya ? Baca buku komputer kok malah senyum-senyum sendiri.”
Shintya : “ Hahaha… Gak kok, aku gak
baca buku cuma inget si Saksono aja.”
Zila : “ Haa ?? Siapa tuh ?”
Shintya : “ Penasaran ya ? Hayoo ke
kelas, nanti juga ada dosen yang ngenalin.”
Zila &
Caca : (bengong dan kebingungan)
Seorang Dosen
Mengenalkan Saksono.
Dosen :
“ Apa ? Enak aja kamu panggil-panggil saya om,saya ni Dosen paling Ganteng di
sini. Ngerti kamu.”
Saksono :
“Hehe.. iya pak, ma’af.”
(dengan
wajah Malu-Malu dan Bingung karena Melihat Dosennya Mirip dengan Omnya).
Dosen :
“Kamu Mahasiswa baru ya, hayo masuk, saya dosen pembimbing kamu.”
(mengantarkan
Saksono masuk).
Keadaan kelas Sangat kacau.
Dosen :
“ Hey, hey.. Selamat Pagi.”
Mahasiswa & mahasiswi
: “ Pagi….”
Jeane :
“Haa, ada belangkon tuh pak yg ngikutin bapak.”
(semua
o rang mentertawakan).
Caca :
“Shin, maksud loe ini?”
Shinta :
“Hehe, iya lucu kan?”
Zhila :
“Gila, loe.”
Dosen :
“Eh, sudah kalian jangan ribut. Nih, kita kedatangan mahasiswa baru yg sangat berpegang
teguh terhadap budaya. Bagus ni… Ya sudah kenal kan diri kamu.”
Saksono :
“Halo teman-teman ?”
Semua :
(Tertawa melihat penampilan saksono)
Saksono :
“Maaf, kok ketawa kenapa ya?”
Dayut :
“Eh.. Kalian jangan kayak gitu donk.. Itu temen gue..”
Lanjut masbro….
Saksono :
“Matursuwun. Perkenalken ama aya Aditya Saksono Widyodiningrat.”
Semua :
“ Hahaha… Namanya Aja kampungan banget."
Saksono
pun duduk di bangku Kuliahnya Dan Mata Kuliah pun Bekerja Dengan baik,Hari,demi
hari dijalaninya,dan Semakin tertlihat bahwa Saksono adalah Mahasiswa yang
Sangat pintar dan cekatan,Semua teman–temannya pun kagum kepadanya.lalu Dayut
Menyarankan Agar saksono merubah Penampilannya .
Penasaran Mari kita Lihat Percakapannya:
Dayut :
(Mendengar Musik dengan handset,sambil bernyanyi-nyanyi & berjoget)
Saksono :
“Wey, lha sampean iki apa stres toh mas bro?”.
Dayut :
“Eh, ada Mas brooo, kenapa?”
Saksono :
“Kayaknya, aku ini suka dech sama mbak shintya “.
Dayut :
“ Haa?” (menertawakan Saksono)
Saksono :
“Kenapa salah ya?” (bingung)
Dayut :
“Gak lah, ya setiap cowok juga kalau melihat shintya pasti suka,
tapi, kalau melihat
penampilan loe, loe pasti bakalan kalah dalam pertarungan.”
( saksono
berfikir)
Saksono :
“Pertarungan? Aku kan pingin mendapatkan cintanya Shintya, bukannya mau
bertarung, mas Dayut piye toh ?”
Dayut : “Dasar onyon, maksud gue
pertarungan mendapatkan cintanya Shintya,”
Saksono : “Ooh, gitu toh, hmmm (dengan wajah
putus asa)
Dayut : “Hmmm.”(sambil melirik
Saksono)
Saksono : “Piye toh, mas Dayut.”
Dayut : “Mau gue bantu gak?’
Saksono : “ Nggeh-nggeh mas, mau aku”
(mengangguk)
Dayut : “ Hayo ikut gue.”(Mengajak Saksono Keluar)
Jam
Sudah Menunjukkan Pukul 22:00 WIB.
Tapi
Saksono belum juga pulang kerumah.Omnya menunggunya Sampai tertidur di
kursi.Hingga akhirnya Pagi haripun tiba,Sang Mentari Mulai Muncul,Saksono
Sangat mengejutkan Omnya.
Pingin tahu?? Lihat
Lanjutannya.
Om : “(Tertidur Pulas
dikursi)
Aditya : “Ehemm,, Om…”(Sambil
membangunkan Omnya)
Om Hmmm(dengan Wajah lagu
lalu terkejut)
Haa? Siapa
kamu?Kenapa bisa masuk kesini?
Aditya : (dengan wajah
tersenyum)”Omm, ini aku Aditya Saksono widyaningrat.”
Om :
“Haaaa?” (dengan Wajah bingung Sambil
melihat Aditya dari atas sampai bawah). Ganteng men kamu saksono.”
Aditya : “Ettth, no, Om aku sekarang
aditya bukan saksono.(Sambil tersenyum)
Om : “Ko bisa sih, kamu.”
Dayut : “Hay, Om,
Assalamu’alaikum…”
Om &
Aditya : “ Wa’alaikumsalam…”
Aditya : “ Ini dia om, yang permak
aku”
“ya sudah om,
aku berangkat kuliah dulu ya.”
Semua
orang di kampusnya tidak mengenali Saksono, semuanya sangat terkejut melihat
penampilannya. Bahkan Jenny pun yang tadinya sombong, sekarang sagat menyukai
Aditya karena penampilannya yang sangat keren.
Caca : “ Hhmmm, kalau begini
terus kapan selesai skripsi gue ?”
Zila : “ Ca, sumpah ada
berita heboh.”
Caca : “ Berita apa ?”
Zila : “ Si Saksono udik
belangkon itu berubah drastis.”
Shintya : ( Terkejut) “ Apa ? Serius ?”
Caca : “Ciiee, lelucon loe
udah gak ada dong ?”
Shintya : “ Apaan sih loe ?”
Zila : “ Ssstt, ada orangnya
tuh .”
Aditya : “ Shintya.” (mendekati
shintya)
Dayut : (menarik caca dan zila
keluar)
Caca &
Zila : “ Apaan sih loe ? Sakit
tau.”
Dayut : “ Sstt diem.”
Aditya : “ Kamu besok ada acara
nggak ?”
Shintya : “ Haa ? Bicara ?”
Aditya : “ Bukan, maksud aku
A_CA_RA. Ada gak?”
Shintya : “ Ohh, iya tergantung. Sekarang
sih belum ada janji.”
Di sisi lain
Jenny sedang mendengarkan pembicaraan Aditya dengan Shintya dengan wajah kesal.
Ara : “ Kenapa loe ?
Cemburu ya ?”
Jeny : “Dasar,cewe
genit,centil,penggoda”.
Ara : “Apa?lu bener jelous?
Jeny : “mmmm,gak ko.”
Ara : “Alah,jangan muna
dech,tar gue ambil luh. Sekarangkan Saksono keren abiss.gak kalah sma dayut.”
Jeny : “Eh,dy thu Aditya,
gebetan gue yang baru. Pokoknya loe harus bantu gue supaya gue deket sama dia dan
gue mau acara dia sama cewe penggoda itu batal, dan Aditya jadi benci sama Shitya.”(dengan wajah yang
kesal sambil membejak-bejak tangannya)
Ara : “Hmmm, benci jadi
cinta. Makanya jangan suka ngledek.”
Lalu, Jeny berusaha
menghasut Aditya agar Aditya tidak suka dengan Shintya.
Jeny : (datang mendekati
Aditya).”Hmm dasar perempuan penggoda.”
Aditya : “Jeny, kamu kenapa?.”
Jeny :
“Eh, Aditya, kamu keren banget. Aku mah cuma ngingetin aja kekamu kalau si
Shintya itu wanita penggoda.”
Aditya : “Masa siih…?”
Jeny : “Hmmm, kamu mah belum
tau aja, mari dech aku buktiin, liat dech sana!”
(melihat
Shintya sedang berduaan dengan cowo lain lalu Aditya membentak).
Aditya : “Hey, dasar wanita
murahan.”(Wajah marah)
Shintya : “Saksono? Ini gak seperti
yang kamu lihat.”
Dengan
kejadian seperti itu akhirnya Aditya dan Shintya bertengkar sangatlah heboh.
Jeny : “Thank ya, loe udah
bantu gue, ini buat loe.”
Shintya sangat sedih,karena
Shintya merasa sangat bersalah.lalu
Shintya menceritakan kejadian itu kepada kedua sahabatnya.
Shintya : (Menangis)
Caca : “Shintya, loh kenapa ? Shin
kamu kenapa?”.
Zila : “Shin, kenapa?”
Shintya : “Saksono”.
Caca : “Kenapa sama saksono?”.
Zila : “Aditya kali buu..”
Caca : “Iih, apan sih loe, siapa
itu bodo, yang penting gue tau temen kita kenapa?”
Shintya : “Saksono melihat aku sedang
berduaan dengan Max, tapi, Max Cuma bantu aku waktu mata aku kemasukan debu, jadi
Saksono mengiranya aku mau ciuman .”(Sambil menangis)
Caca : “Ya ampun, hmmm…”
Zila : “Ya udah lah Cuma
gitu aja, loe kenapa nangis, dia kan bukan siapa2 lo.”(dengan wajah kesal)
Shintya : (Menangis lebih kencang).”Hmmm,
kok kamu ngomong gitu sih?”
Zila : “Gue salah ya
?”(bebisik dengan caca)
Caca : “Hmmm, dasar unyun, usffft,
diem.”Emmm, Shin? Jujur sama gue ya loe suka ya sama si Adit?
Shintya :“Gue suka Sma saksono”.
Caca :“Tapi kandya sekarang
Aditya yang penampilannya keren.”
Zila :“Eh,
ca biarin lah bagusan Saksono sekarang modivikasi tahun 2012 dari pada
belangkon.”
Shintya :“
Tapi gue suka dya waktu make belangkon ,tapi sekarang juga sih,eh kalian bantu
gue dong.”
Caca dan Zila pun berfikir
mencari jalan keluar dari masalah ini lalu,akhirnya caca memutuskan untuk
menjelaskan kepada Aditya tentang kebenarannya. Ketika Aditya sedang berjalan,
Caca memanggilnya.
Caca :“ Aditya, tunggu
sebentar.” (dengan nada agak kesal dan nada tinggi)
Aditya :“ Ada apa ca?”
Caca :“ Gue mau ngomong sama
loe, masalah Shintya.”
Aditya :“ Udah lah, gue males bahas
Shintya.” (Aditya berjalan dan meninggalkahn Caca)
Caca :“
Eh… dit, loe tuh salah faham sama Shintya. Dengerin gue, sebenernya Shintya tuh
sayang sama loe, dia cinta sama loe.” (sambil berteriak)
Aditya : (tertegun dan berbalik arah
untuk mendengarkan penjelasan Caca.”
Caca :“ Dit, sebenernya loe tuh salah faham, kemarin
Max Cuma bantuin Shintya, karena matanya kemasukan debu, sekarang gue tanya
sama loe. Apa pernah Shintya berperilaku berlebihan ke cowok? Enggak kan?”
Aditya :“
Iya juga sih.” (dengan wajah menyesal)
Caca :“
Shintya cerita banyak sama gue, sebenernya dia sayang sama loe.”
Zila :
(dengan muka kesal ke Aditya dan berbicara)
“
Eh… Loe dah buat sahabat gue nangis, sebenernya Shintya tuh suka sama loe apa
adanya. Jadi loe gak usah deh repot-repot ubah penampilan loe !”
Aditya :
(dengan muka merasa bersalah). “ Terus sekarang Shintya mana?”
Caca :“
Dia udah balik duluan.”
Aditya
langsung pulang ke rumah dan segera menghubungi Shintya, namun Handphone
shintya tidak aktif. Aditya merasa
bingung dan harus bagaimana untuk meminta maaf kepada Shintya. Kemudian Aditya
menghubungi Dayut.
Aditya :“ Hallo?”
Dayut :“ Iya, nie siapa?”
Aditya :“ Dayut, nie gue Saksono.”
Dayut :“ Lah kok Saksono? Bukan
Aditya ?”
Aditya :“ Gue gak mau dipanggil
Aditya, gue mau jadi diri gue sendiri sebagai Saksono.”
Dayut :“ Oh, terus ada apa nie
bro, tumben telfon gue?”
Aditya :“ Bantuin gue buat ngomong
sama Shintya, ternyata dia gak ada apa-apa sama Max.”
Dayut :“ Ya ya ya, tapi besok aja
ya, malem ini gue mau tidur bro.”
Aditya :“ Aahh… Tidur mulu kerjaan
loe.. Tapi beneran ya besok bantuin gue?”
Dayut :“ Iya, iya besok gue
bantuin.”
Aditya
tidak bisa tenang pada malam itu, dia merasa bersalah kepada Shintya, semalaman
dia memikirkan apakah Shintya mau memaafkan kesalahannya. Dan dia pun
menyanyikan sebuah lau dari Kerispatih yang berjudul “Kesalahan Yang Sama”.
Sang
fajar pun telah datang, Aditya bergegas berangkat kuliah dan ingin cepat-cepat
bertemu dengan Shintya. Dan sesampainya di kampus, Aditya pun mencari shintya.
Aditya :“ Caca, Zila, kamu liat Shinya gak?” (dengan raut wajah cemas dan
penasaran)
Zila :“ Enggak, semalem gue
telfon tapi gak aktif.”
Caca :“ Eh,, kok kamu kembali
lagi jadi Saksono yang dulu?”
Aditya :“ Iya, ini diri aku yang
sebenarnya, yaudah aku mau cari Shintya dulu ya.”
Aditya
mencari-cari Shintya, namun tidak ketemu juga. Sampai jam kuliah dimulai pun
belum ketemu juga. Akhirnya Aditya masuk ke kelas dengan wajah lesu.
Jenny :“ Loh, kok si Aditya
penampilannya kayak gitu lagi sih? Iih biki gue il feel lagi deh.”
Ara :“
Hahaha.. Loe sih, sukanya malah sama orang ndeso, dari awal udah ndeso akhirnya
ya tetep ndeso.”
Tiba-tiba
Shintya datang berbarengan dengan dosen Nia.
Caca :“ Shin, kok kamu bareng
sama doen nia? Tadi si Aditya nyariin kamu tau.”
Shintya :“ Iya, tadi aku ketemu dosen
Nia dulu, makanya aku bareng sama dia.”
Aditya senang
melihat Shintya masuk, dan langsung berbicara dengan Dayut.
Aditya :“ Dayut, gimana nih?”
Dayut :“
Kalau loe emang jentel, loe minta maaf dan tembak si Shintya di depan gue dan
temen-temen.”
Aditya :“ Kan ada bu Nia?”
Dayut :“ Aah, bu Nia mah gampaang.”
Aditya :“ Serius loe?”
Dayut :“ Udan sanaa…!”
Adiya
pun tiba-tiba maju ke depan kelas dan dia meminta izin kepada bu Nia untuk
mengungkapkan sesuatu.
Aditya :“
Bu, maaf ya bu, aku mau mengumumkan sesuatu ke temen-temen semua, sebentar aja
yo bu?”
Bu Nia :“ Tentang apa?”
Aditya :“ Pokoknya penting, boleh yo
bu? Pliis?”
Bu Nia :“ Ya sudah, tapi jangan
lama-lama ya Saksono?”
Aditya :“ Makasih yo bu?”
Bu Nia :“ Iya.”
Aditya :“
Teman-teman semua, aku mau minta waktu kalian sebentar. Tolong dengerin ya.
Shintya, aku minta maaf ke kamu aku sudah salah faham sama kamu dan nuduh kamu
yang enggak-enggak. Shintya, sebenernya aku sayang sama kamu, aku cinta sama
kamu, Cuma kamu yang cinta aku apa adanya. Kamu mau kan maafin aku? Dan apakah
kamu mau jadi pacarku?”
Shintya :“ Ya… Aku udah maafin kamu.”
(dengan wajah yang sedih)
“ Aku sayang
kamu tuh apa adanya, jadi kamu gak perlu rubah penampilan kamu.”
Aditya
memegang tangan Shintya dan menyanyikan reff dari lagu kerispatih yang berjudul
“Kesalahan Yang Sama”. Belangkon yang dipakai Aditya jatuh, dan Shintya
memakaikannya kekepala Aditya.
Shintya :“
Saksono, aku juga cinta sama kamu, aku mau jadi pacarku. Karena, CINTAKU
NYANGKUT DI BELANGKONMU.”
Suasana kelas
pun menjadi ramai dan penuh suka cita.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar